Agenda Aspirasi Emak-emak Indonesia Untuk Hari Libur Nasional Pada setiap tgl 15 Maret untuk memperingati Hari Anti Islamophobia Internasional

screenshot 2024 02 29 17 10 08 258140160451805445645

Depok | Milik-Rakyat.com – Aspirasi Emak-emak Indonesia yang dikomando Wati Salam Imhar Burhanudin merupakan satu diantara sedikit organisasi sosial kemasyarakatan yang juga diinisiasi oleh almarhum Babe Riduan Saidi ikut memperjuangkan agar pada setiap tanggal 15 Maret (2022) dapat dijadikan hari libur nasional, terkait dengan resolusi PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) yang menetapkan sejak tahun 2022 pada 15 Maret sebagai hari internasional untuk menangkal Islamophobia di dunia.

Naibnya, justru negara Indonesia terkesan acuh tak acuh dengan momen penting ini untuk ikut meredakan sentimen keagamaan yang seharusnya tidak perlu terjadi di Indonesia. Hingga jalinan kerukunan umat beragama di Indonesia dapat menjadi kekuatan bagi suku bangsa Indonesia yang sangat beragam dan tekun menjalankan tuntunan maupun ajaran agamanya masing-masing dengan baik dan rukun. Bahkan tak sedikit dalam satu keluarga tertentu terdiri dari bermacam ragam agama dari langit.

Umat Islam sendiri yang percaya bahwa Islam yang sejati itu mengusung rahmatan lil alamin — pembawa kebaikan bagi seluruh umat manusia, tidak hanya sebatas kaum Muslimin semata — sungguh dapat menjadi pegangan bagi semua manusia yang ada di muka bumi.

Baca Juga  Kapolresta Banyuwangi Pakaikan Helm ke Siswa SD Saat Apel Gelar Pasukan Di Mapolresta Banyuwangi

Sidang Umum PBB pada 15 Maret 2022, jelas memiliki cukup alasan yang rasional untuk mengeluarkan resolusi penting ini. Setidaknya, mengacu pada kasus kaum Muslimah di India yang melakukan aksi unjuk rasa menentang pelarangan berjilbab merupakan bagian dari pertimbangan atas resolusi tersebut. Karena resolusi PBB tentang Islamophobia ini jelas hendak mengingatkan agar masyarakat di dunia menyadari bahwa sikap memusuhi atau semacam kebencian terhadap Islam itu tidak patut terjadi, apalagi hendak dibesar-besarkan seperti yang selalu disebut biangnya teroris.