Festival Budaya “Patrol & Kundaran” Semarakkan Ramadhan di Banyuwangi

img 20240326 wa012613032777237940909866 1

Banyuwangi milikrakyat.com– Festival Patrol dan Kundaran semarakkan malam Ramadan di Banyuwangi. Keduanya merupakan tradisi khas masyarakat bumi Blambangan dalam mengisi malam-malam di bulan puasa tersebut.

“Tradisi Patrol telah lama menjadi bagian dari kekayaan budaya Banyuwangi. Melalui festival ini, kami berharap festival ini dapat memperkuat identitas lokal kita di tengah arus globalisasi,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani membuka Festival Budaya Ramadab Patrol & Kundaran di Stadion Diponegoro, Senin malam (25/3/2024).

Patrol merupakan seni memainkan alat musik dari bambu. Musik ini biasanya dimainkan untuk membangunkan warga guna makan sahur pada dini hari bulan Ramadan. Seiring waktu, tradisi ini menjadi pertunjukkan yang senantiasa dinanti setiap bulan puasa.

Baca Juga  SMK Negeri 1 Glagah Banyuwangi Dianggap Tidak Mengindahkan Awak Media

Tak ayal banyak warga yang ingin menyaksikan Festival Patrol dan Kundaran tersebut. Walaupun diguyur hujan, tak menyurutkan antusiasme warga untuk menyaksikannya di sepanjang rute patrol yang diawali dari depan Stadion Diponegoro hingga ke Taman Blambangan itu.

Hal ini, menurut Ipuk, menjadi bukti masyarakat Banyuwangi bersemangat dalam melestarikan dan mengembangkan budaya lokal khususnya Patrol dan Kundaran.

“Semangat ini menjadi bukti masyarakat Banyuwangi terus mempertahankan dan mempromosikan warisan budaya lokal,” puji Ipuk.

Festival Budaya Ramadan melibatkan peserta dari 25 kecamatan. Setiap kecamatan mengirimkan video patrol dan kundaran sebagai bagian dari proses seleksi. Sementara lima tim terbaik berkompetisi di babak final.