Oknum Kemenag Kabupaten Sumenep Dilaporkan Ke Polda Jatim Dengan Dugaan Penggelapan Serta Penipuan Kepada Calon Jama’ah Haji

Oknum Kemenag Kabupaten Sumenep Dilaporkan Ke Polda Jatim Dengan Dugaan Penggelapan Serta Penipuan Kepada Calon Jama’ah Haji
Oknum Kemenag Kabupaten Sumenep Dilaporkan Ke Polda Jatim Dengan Dugaan Penggelapan Serta Penipuan Kepada Calon Jama’ah Haji

Madura,Sumenep milik-rakyat.com Oknum Pegawai Kementrian Agama Kabupaten, Sumenep, Madura bernama M Qais berulah dengan dugaan memberikan iming – iming kepada calon jama’ah haji regurel asa kabupaten sumenep,namun semua itu ternyata semua hanya tipu muslihat kepada para jama’ah sampai para jama’ah gagal berangkat.

Akibat ulah pria yang sering disebut-sebut dekat dengan salah satu anggota dewan RI tersebut telah dilaporkan ke Polda Jawa Timur,dengan nomor LP/B/330/VI/2024/SPKT/POLDA JAWA TIMUR, dengan tuduhan menggelapkan uang jama’ah/korban sejumlah kurang lebih Rp 657.000.000 dan penipuan kepada jama’ah karena gagal berangkat.

Info terbaru, laporan tersebut saat ini sudah dilimpahkan ke Polres Sumenep,hal tersebut dibuktikan dengan surat dari Polda Jatim yang diterima oleh pelapor, Nur Hadi warga Desa Gunggung, Kecamatan Batuan.

Baca Juga  Penelitian Puslitbang Polri di Polresta Banyuwangi "Penanganan Polri Terhadap Tindak Kekerasan Pada Perempuan dan Anak"
IMG 20240707 WA0309

“Korban dari Qais bukan cuma saya, banyak dari kecamatan lain, infonya mencapai 1,5 M dana yang diduga dia tilap, semuanya gagal berangkat,” terang korban kepada pihak media.

IMG 20240707 WA0288

Dirinya berharap, pihak polres sumenep bisa segera mengambil tindakan tegas dan terukur kepada yang bersangkutan, mengingat dana jamaah haji yang diduga ditilap tidak sedikit.

“kelakuan pejabat seperti Qais harus di proses secara tegas, agar tidak ada korban lagi di kemudian hari,”pungkasnya.

IMG 20240707 WA0308

Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Sumenep, K Abdul Wasit mengaku sejak berita penipuan tersebut viral pihaknya tidak ketemu dengan M Qais, karena yang bersangkutan tidak masuk kerja.