Daerah  

“Tumpeng Sewu” Ritual Adat Suku Osing Banyuwangi Yang Di Gelar Jelang Idul Adha Sudah Mengakar Turun Temurun

img 20240610 wa00754428112657290243414

Banyuwangi milikrakyat.com – Suku Osing Desa Kemiren Banyuwangi, memiliki ritual adat turun temurun yakni Tumpeng Sewu. Tradisi makan bersama dengan menggelar seribu tumpeng di pinggir jalan itu diyakini warisan adat leluhur.

Tumpeng Sewu merupakan ritual adat suku asli Banyuwangi, yang digelar seminggu sebelum Idul Adha. Tahun ini, Tumpeng Sewu dilaksanakan pada Minggu (09/06/2024) malam.

Sejak pukul 18.00 WIB, jalan menuju Desa Adat Kemiren telah ditutup. Semua warga yang ingin menuju desa ini harus berjalan kaki demi menghormati ritual adat ini.

Sementara warga telah menyuguhkan ribuan tumpeng yang ditutup daun pisang di sepanjang jalan. Dilengkapi lauk khas warga Kemiren, pecel pithik dan sayur lalapan sebagai pelengkapnya.

Baca Juga  Bupati Pemalang H Mansur Hidayat ST M.Ling Hadiri Peringatan 25 Tahun Yayasan Pendidikan Islam Nurul Huda

Pecel pitik merupakan hidangan ayam kampung panggang yang dibubui parutan kelapa dengan bumbu khas Osing. Menu ini wajib ada dalam setiap tumpeng.

Usai sholat Maghrib, ritual ini mulai dilangsungkan. Di bawah temaram api obor, semua orang duduk dengan tertib bersila di atas tikar maupun karpet yang tergelar di depan rumah.

Ricky Levaue, wisatawan asal Perancis mengaku sangat berkesan melihat semangat warga gotong royong menyiapkan selamatan tersebut.

“I’m amazed. Saya tidak pernah menemukan kebersamaan seperti ini di negara-negara lain yang pernah saya kunjungi. Ini sungguh menyenangkan,” kata Ricky.

Suasana guyub penuh kebersamaan, sangat kental terasa meskipun banyak diantara mereka yang baru pertama kali bertemu. Mereka hanyut dengan suasana yang penuh kebersamaan dan kesenangan.