Dengan berbagai program yang dijalankannya, di Desa Kemiren kini telah berdiri 40 homestay. Jumlah UMKM yang terlisensi (mengantongi PIRT, SNI, dan sertifikasi Halal) semakin bertambah. Selain itu, peran serta perempuan juga terus meningkat, hampir dalam setiap kegiatan adat ditampilkan atraksi seni yang pelakunya mayoritas adalah perempuan.
Dalam mengembangkan potensi desa, juga turut melibatkan seluruh warganya. Bahkan banyak homestay yang didirikan warga lokal dengan mengusung arsitektur osing, serta keramahan warganya membuat nyaman hingga terasa seakan di kampung sendiri.
Selain itu, juga didukung amenitas yang baik. Mulai toilet umum hingga pelayanan publik yang berbasis digital melalui aplikasi Smart Kampung.
Datang ke desa ini, wisatawan akan disajikan dengan daya tarik wisata yang beragam seperti edukasi, kuliner dan budaya. Adanya pasar kampoeng osing, warung makan Pesantogan Kemangi dan kawasan rumah adat osing, untuk memanjakan para wisatawan.
Di desa ini keberadaan Gandrung begitu melekat, karena selain maskot pariwisata dan tari selamat datang, tak lepas dari kiprah maestro gandrung Temuk yang asli Desa Kemiren. Ada juga, burdah, angklung paglak dan mocoan lontar yusup sebagai salah satu warisan budaya tak benda. (Red/Ipul)