Jabidi juga menekankan bahwa pemerintah harus melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, LSM, pegiat sosial, dan pegiat lingkungan dalam mencari solusi. “Jangan hanya bekerja di kantor, tetapi turun langsung ke lapangan untuk memahami situasi sebenarnya,” tambahnya.
Penutupan TPS di Desa Sirau tanpa solusi yang memadai akan mengakibatkan sampah menumpuk di sudut-sudut jalan, menimbulkan bau tidak sedap, dan berpotensi menyebabkan penyakit.
Masyarakat menganggap pemerintah gagal jika tidak mampu menangani masalah ini dengan baik.
Kini, tantangan besar ada di tangan pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah-langkah konkret dalam mengatasi krisis sampah ini, mengingat pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan bagi seluruh masyarakat.(Red/Surya/Habibi)