Hari Raya Galungan dan Kuningan yang Penuh Makna Bagi Umat Hindu Di Indonesia

Hari Raya Galungan dan Kuningan yang Penuh Makna Bagi Umat Hindu Di Indonesia

Perayaan Ini Biasanya Di Gelar Setiap 6 Bulan Sekali Kalender Bali dan Sebagai Informasi Penanggalan Atau Kalender Bali.

Setiap Bulannya Berjumlah 35 Hari Sehingga Galungan di Gelar Setiap 210 Hari Sekali Tepatnya di Hari Rabu ( Budha) Kliwon Waktu Dungulan.

Hari Raya Galungan Biasa Di Gelar Sangat Meriah dan Mempunyai Ciri Khas Warga Yang Sering Kali Memasang Penjor Pada Sebelah Kanan Pintu Masuk Masing Masing Pekarangan Rumah.

Kata Galungan Berasal Dari Bahasa Jawa Kuno Yang Berarti ” Bertarung” Atau” Menang” Dan Kata Galungan Juga Berasal  Dari Dungulan Yang Berarti Menang.

Di Ketahui Dalam Kalender Bali Wuku Kesebelas Bernama Dungulan Sementara Di Jawa Bernama Wuku Galungan Meskipun  Di Ucapkan  Dengan Nama Yang Berbeda Tetapi, Keduanya  Memiliki Arti Yang Yang Sama Yaitu Kemenangan.

Baca Juga  Kapolresta Banyuwangi Tinjau Kesiapan Logistik Pilkada 2024 Ke Gudang KPU Banyuwangi

Menurut Lontar Purana Bali Dwipa Perayaan Ini Pertama Kali Di Rayakan  Di Bali Pada Hari Purnama Kapat Tepat Budha Kliwon Dungulan, Tanggal15, Tahun Saka 804 Atau 882 Masehi.

Berdasarkan Informasi Dari Beberapa Sumber Hari Raya Galungan Berawal Dari Kisah Pertempuran  Ida Bhatara yang  Baik Dengan Raksasa Mahayena yang Merusak Bumi Melalui Pertempuran Tersebut tentunya.

Ida Bhatara Berhasil Mendung.Sehingga Peringatan Ini Di Maknai Sebagai Perayaan Kemenangan Dharma (Kebenaran) Melawan Adharma (Kejahatan).

Bagi Umat Hindu, Perayaan Ini Menjadi Bentuk Ungkapan Syukur Dan Biasanya Di Gelar Dengan Melakukan Persembahan Pada Sang Hyang Widhi dan Dewa Bhatara.

Penulis: hevy Kurniawan Editor: redaktur pelaksana