Naskah Lontar Sritanjung Resmi Jadi Ingatan Kolektif Nasional (IKON) Oleh Perpustakaan Nasional RI

Naskah Lontar Sritanjung Resmi Jadi Ingatan Kolektif Nasional (IKON) Oleh Perpustakaan Nasional RI

Bupati Banyuwangi menyampaikan terima kasih karena naskah kuno asal Banyuwangi masuk dalam Ikon. Bupati Banyuwangi mengatakan selama ini Banyuwangi terus berupaya melestarikan kekayaan seni dan budaya termasuk manuskrip kuno yang menjadi kekayaan literasi Banyuwangi.

“Selain Lontar Sritanjung, di Banyuwangi terdapat sejumlah manuskrip kuno lainnya seperti Lontar Yusup, Babad Tawangalun, serta sejumlah kitab yang memiliki parateks bernilai sejarah dan mengandung pengetahuan,” kata Bupati Banyuwangi

“Kami juga rutin menggelar Festival Kitab Kuning yang mengangkat khazanah dan merestorasi keilmuan para ulama Banyuwangi. Cerita maupun sejarah Banyuwangi yang terkandung dalam naskah kuno juga diangkat dalam berbagai festival sebagai upaya untuk melestarikannya terutama pada generasi muda,” tambah Bupati Banyuwangi.

Baca Juga  Alokasi Dana Desa (ADD) Tak Kunjung Cair, Kades Dan Perangkat Desa di Banyuwangi Kelimpungan Hampir 2 Bulan Tak Terima Gaji

Bupati Banyuwangi berharap dengan masuknya Lontar Sritanjung di Ikon, akan banyak menghadirkan para peneliti dan penggiat kajian manuskrip datang ke Banyuwangi. (Red/Team)