Banyuwangi milik-rakyat.com Program KALAJU (Kampung Nelayan Maju) mengundang kontroversi dan bermacam tanda tanya akibat kurangnya transparansi pada masyarakat luas. Jumat (04/10/2024)
Program KALAJU kabupaten Banyuwangi ini dilaksanakan di wilayah kampung pesisir kelurahan lateng dengan 5 kegiatan proyek yakni pembangunan pagar pembatas aliran sungai,pavingisasi,gapura KALAJU,yudit atau saluran air,dan LPJU dengan total anggaran yang tak tentu berapa nominal pastinya.
Bermula dari temuan awak media di lapangan terkait proyek pagar pembatas aliran sungai di daerah pemukiman warga kampung pesisir plengsengan yang tidak dipampang plang kegiatan pelaksanaannya serta berapa dan darimana sumber dana proyek tersebut berjalan,menurut informasi warga proyek tersebut dilaksanakan oleh Pokmas Lateng Bahari dibawah naungan Dinas Perikanan dan Kelautan Banyuwangi.
Mendapat informasi tersebut tim awak media bergegas menghubungi Ketua Pokmas Lateng Bahari bernama Fauzi,saat ditemui di kantor sekretariat pokmas Fauzi menerangkan bahwa proyek pagar batas sungai tersebut benar adanya dari program kampung nelayan maju Dinas Perikanan dan Kelautan namun saat ditanya terkait mekanisme pengerjaan proyek tersebut Fauzi terkesan berkelit dan tidak menjelaskan dengan gamblang.
Banyak dugaan negatif perihal pelaksanaan program tersebut yang diakibatkan dari kurangnya transparansi terkait pelaksanaan program,disitu bermunculan banyak tanda tanya antara lain dugaan pembentukan pokmas dirancang untuk kepentingan pencairan dana anggaran program,dugaan terkait pengurangan volume dan spek kualitas bahan,dugaan mark up harga bahan dan perlengkapan yang dibutuhkan,dan banyak lagi dugaan negatif lainnya.