Raperda APBD 2025 Mulai di Bahas DPRD Banyuwangi dan Eksekutif Banyuwangi

Raperda APBD 2025 Mulai di Bahas DPRD Banyuwangi dan Eksekutif Banyuwangi

Risiko dan tantangan ke depan, terutama dari sisi eksternal yang ditunjukkan dengan meningkatnya tensi geopolitik, perlu terus diwaspadai. Potensi risiko lainnya yang terus diwaspadai seperti perlambatan ekonomi global, otomatisasi industri melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Sugirah menuturkan, tema pembangunan tahun 2025 adalah Penguatan Ekosistem Kualitas Sumber Daya Manusia yang Mendukung Transformasi Ekonomi Berkelanjutan.

Lebih lanjut, dijelaskan juga bahwa proyeksi indikator makro pemkab telah dikalkulasi dengan cermat. Sehingga pertumbuhan ekonomi Banyuwangi diproyeksikan pada kisaran 5,1–5,4 persen. Persentase penduduk miskin pada kisaran 6,4–6,3 persen.

“Seluruh proyeksi, baik pendapatan, belanja, maupun pembiayaan, diharapkan dapat secara efektif menstimulasi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi, menurunkan angka pengangguran, ketimpangan, dan kemiskinan di Banyuwangi,” jelasnya.

Baca Juga  Dandim 0825/Banyuwangi Hadiri Acara Forum Sinergi Tani Kolaborasi Untuk Pertanian Berkelanjutan

Selanjutnya, Sugirah memaparkan proyeksi pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah tahun depan.

Pendapatan daerah di tahun 2025 diproyeksi sebesar Rp 3,435 triliun. Pendapatan daerah tersebut terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) diproyeksikan sebesar Rp 665 miliar, pendapatan transfer sebesar Rp 2,719 triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah diproyeksikan sebesar Rp 51,248 miliar.

Sedangkan proyeksi belanja daerah tahun anggaran 2025 sebesar Rp 3,369 triliun.