“Dengan terkoneksi ke UNESCO, Geopark Ijen dan Banyuwangi akan bisa lebih dikenal secara internasional dan yang paling penting mendorong Banyuwangi untuk mengembangkan konsep pembangunan berkelanjutan,” ujar Ipuk.
Geotourism Festival yang digelar di Banyuwangi dan dibuka Sekretaris Daerah Banyuwangi, Mujiono ini berisi beragam rangkaian kegiatan. Mulai dari Youth Program & Poster Exhibition, di Kampus Poliwangi, Sabtu (29/6/2024); Geopark Youth Camp Festival, di Geosite Watudodol, Sabtu-Minggu (29-30/6/2024); Field Trip Ijen Geopark, di Kawah Ijen Banyuwangi, Minggu (30/6/2024); International Geopark Symposium dan International Community Service, di Kampus Poliwangi, Senin (1/7/2024).
Ketua Jaringan Geopark Indonesia, M Farid Zaini, mengatakan tahun ini pre-event geotourism festival berfokus pada youth forum. Ini juga menjadi ruang kolaborasi antar Badan Pengelola, Geopark Youth Forum, dan organisasi kepemudaan lain di Indonesia untuk mengembangkan program-program inovasi di Kawasan Geopark.
“Program ini diikuti 160 anak muda dari berbagai kalangan di Indonesia. Mereka berasal dari Jaringan Geopark Indonesia, berbagai perguruan tinggi di Indonesia, instansi, dan organisasi kepemudaan lainnya,” kata Farid.
Farid mengatakan geofest tidak hanya ajang berbagi ilmu, tetapi juga untuk memperkuat jaringan serta melanjutkan kolaborasi lintas negara.