Operasi hari kedua dilaksanakan di 2 tempat yaitu, RSUD Blambangan dan Mobile Eye Clinic (MEC) bus khusus untuk kamar operasi milik JFF yang diparkir di halaman PMI Banyuwangi, dimana ada 3 dokter spesialis mata yang menjadi operator.
Ditemui seusai evaluasi kegiatan, selaku koordinator pelaksana, dr. Rezekiyanti menerangkan, pada hari kedua ini ada sebanyak 447 pasien yang diperiksa, 89 pasien dioperasi katarak, 104 pasien yang didiagnosa katarak juga siap dijadwalkan untuk di operasi hari ini, Kamis (24/10). Dan sebanyak 202 pasien menerima kacamata dan 105 pasien mendapat obat tetes mata, 2 orang pasien menerima penggantian bola mata.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinkes Banyuwangi, Amir Hidayat menambahkan, katarak menyumbang 81 persen kasus kebutaan, dan menjadikan sebagai penyebab utama gangguan penglihatan. Maka operasi merupakan solusi efektif untuk menolong penderita katarak.
“Selain Operasi Katarak ini, saya berpesan agar edukasi dan pencegahan gangguan kesehatan mata agar terus ditingkatkan, antara lain pemeriksaan mata secara rutin, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi seperti para lanjut usia dan penggunaan gawai berlebih oleh anak-anak agar dikurangi,” pungkasnya. (Red/Team)