Slamet Riyadi Warga Dusun Parengan Mengalami Gangguan di Kepalanya, Efek Dari Pemukulan Kayu Balok

Slamet Riyadi Warga Dusun Parengan Mengalami Gangguan di Kepalanya, Efek Dari Pemukulan Kayu Balok

Kepada Karyono, Slamet menegaskan jika dia tidak “mbleyer”, apalagi di depan Kariyono.

“Saya bilang ke Karyono, sepeda saya sudah tua, siapa yang bleyer. Kedengarannya mbleyer, padahal itu memang suara knalpotnya nyaring,” kata Slamet.

Kemudian Slamet hendak makan bakso di rumahnya. Belum sempat makan, tiba-tiba Pardi berlari dari rumahnya menghampiri Slamet. Seketika kepala Slamet dihantam dengan balok kayu.

“Mukulnya sambil melompat. Setelah kepala saya dihantam dengan kayu, muka saya dipukul pelaku dengan tangannya, mengenai bibir. Bibir saya pecah. Hidung berdarah. Tidak berhenti disitu. Telinga saya juga dipukul sampai mengeluarkan darah. Saya tersungkur ke tanah,” jelas Slamet Riyadi.

Baca Juga  Salah Satu Jurnalis Media Online Dilaporkan ke Polsek Kota Banyuwangi Oleh Pihak PT WOM Finance, Diduga Melakukan Penggelapan Unit Mobil

Slamet Riyadi masih ingat, dia tersungkur di tanah berlumuran darah. Dengan tubuh penuh darah, Karyono menghampiri hendak menolongnya. Slamet Riyadi menolak dan dia berdiri menuju motornya.

“Lekas saya mengendarai motor menuju Puskesmas. Disitu saya diperiksa. Luka di kepala akibat pukulan balok kayu dijahit 10. Setelah dari Puskesmas, sekitar jam 07.00 WIB, saya ke Polsek Modo untuk melaporkan pelaku. Di Polsek Modo laporan tidak diproses. Tapi saya diantar ke Polres naik mobil patroli Polsek Modo. Sampai di Polres Lamongan, saya laporan. Lalu dibawa ke RSUD Dr Soegiri Lamongan untuk divisum,” jelas Slamet.