Dr. Muslihin yang merupakan Wadir Pelayanan RSUD RAA Soewonndo Pati mengatakan bahwa “beliau (Mahasiswa tersebut) yang sakit ini seorang mahasiswa yang menurut keterangan keluarga tersebut bahwa beliau baru saja mengerjakan tugas kampusnya yang mungkin cukup berat, mungkin skripsi, persentasi atau yang lainnya.
Yang kemudian kebetulan bersamaan dengan tugasnya sebagai KPPS. Seperti yang kita tahu di KPPS itu fisik maupun mentalnya harus kuat.
Sejak dirawat di RSUD Soewondo Pati sejak 23-29 Februari 2024 kondisinya tidak kunjung stabil, mahasiswa tersebut rencananya akan di rujuk di RSUD Dokter Karya di Semarang.
Bahkan Tak hanya di Pati, kasus serupa juga terjadi di Garut Jawa Barat, di kabarkan petugas KPPS yang mengalami depresi usai mendapatkan tekanan dari pemantau saat proses perhitungan suara berlangsung itu juga dibenarkan oleh ketua KPU Garut Dian Hasanudin.
Ia mengatakan menurut informasi jika anggota KPPS tersebut diduga mengalami depresi usai hari pencoblosan.
Petugas KPPS yang diduga depresi tiga hari setelah hari pencoblosan itu kink telah mendapatkan perawatan intensif dirumah sakit jiwa yang ada di Bandung.(Red/Team)