Agus mengaku sangat mencintai dunia badminton dan perwasitan sehingga ia sangat bangga dan senang menjalani tugasnya sebagai wasit saat ini. Selain itu, dengan mengikuti event semacam ini menambah pengalaman di lapangan dan juga menambah relasi dengan wasit yang lain.
“Jadi wasit itu ya harus percaya diri, terus harus adil, punya jiwa kepemimpinan itu dibentuk di lapangan. Saat memimpin pertandingan semua keputusan yang diambil oleh wasit harus adil dan apapun keputusan yang dibuat harus sesuai dengan regulasi yang berlaku,” tegasnya
Menurutnya, meski saling bertanding mewakili negara masing-masing dalam sebuah pertandingan, para atlet tersebut masih tetap memiliki dan menunjukan sportivitas dan rasa kekeluargaan mereka.
“Intinya persaingan hanya ada di dalam pertandingan saja, selebihnya mereka seperti keluarga walaupun berbeda negara,” tandasnya.(Red/Bambang)